Gigi Anak Tumbuh Berlapis Seperti “Gigi Hiu”, Ini Penyebab dan Solusinya

Melihat tumbuh kembang si kecil tentu menjadi momen yang membahagiakan bagi setiap orang tua. Namun, tidak jarang orang tua merasa panik ketika mendapati kondisi unik saat memeriksa rongga mulut anak. Tampak barisan gigi baru yang tumbuh di belakang gigi susu yang belum tanggal. Kondisi ketika gigi anak tumbuh berlapis ini sering dikenal awam sebagai “gigi hiu” (shark teeth). 

Secara medis, kondisi gigi hiu pada anak dikenal dengan istilah persistensi gigi susu. Menanggapi kekhawatiran orang tua, klinik gigi Palapa Dentists membagikan edukasi komprehensif mengenai penyebab, dampaknya bagi struktur rahang, serta solusi penanganan medis yang tepat dan aman bagi anak. 

Mengapa Fenomena “Gigi Hiu” atau Gigi Anak Tumbuh Berlapis Bisa Terjadi? 

Fenomena gigi hiu umumnya dialami anak pada usia 6 hingga 11 tahun, yaitu pada masa transisi dari gigi susu menuju gigi permanen. Dalam kondisi ideal, benih gigi permanen yang tumbuh di bawah akar gigi susu akan perlahan mengikis dan menyerap akar gigi susu tersebut. Proses alamiah ini menyebabkan gigi susu goyang dan tanggal dengan sendirinya, memberi ruang yang cukup bagi gigi permanen untuk tumbuh rapi. 

Namun, pada kasus persistensi gigi susu, akar gigi susu tidak terabsorpsi sempurna atau posisi benih gigi permanen sedikit bergeser ke arah dalam (lingual/palatal). Akibatnya, gigi permanen tetap menerobos keluar tanpa menunggu gigi susu di depannya tanggal. Sehingga menciptakan gigi anak tumbuh berlapis yang menyerupai susunan gigi ikan hiu. 

Beberapa faktor utama penyebab kondisi gigi bertumpuk atau gigi hiu antara lain:

  • Akar Gigi Susu yang Kuat: Akar gigi susu tidak terkikis sempurna sehingga tetap bertahan kokoh di posisinya.
  • Jalur Tumbuh Gigi Bergeser: Benih gigi permanen tumbuh mencari jalur alternative di belakang atau di samping gigi susu.
  • Lengkung Rahang Sempit: Ukuran rahang anak yang relatif sempit membuat ruang untuk tumbuhnya gigi permanen menjadi terbatas.

Apakah Kondisi Gigi Anak Tumbuh Berlapis Berbahaya?

Membiarkan kondisi persistensi gigi susu terlalu lama dapat menimbulkan beberapa dampak pada kesehatan mulut jangka panjang si kecil, antara lain:

  1. Gigi Tumbuh Gingsul dan Berjejal: Gigi permanen yang kehilangan ruang ideal akan terkunci di posisi yang salah. Sehingga menyebabkan susunan gigi anak menjadi berjejal (crowding) atau gingsul.
  2. Penumpukan Plak dan Sisa Makanan: Celah sempit antara gigi susu dan gigi permanen menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan plak yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Sehingga meningkatkan risiko karies (gigi berlubang) dan peradangan gusi. 
  3. Gangguan Gigitan (Oklusi): Posisi gigi yang tidak teratur dapat memengaruhi pola gigitan anak saat mengunyah makanan. 

Langkah Tepat Penanganan Gigi Hiu atau Gigi Berlapis pada Anak

Para orang tua tidak perlu panik saat mendapati si kecil mengalami kondisi gigi anak tumbuh berlapis. Berikut adalah panduan penanganan sesuai kondisi gigi anak dari klinik gigi Palapa Dentists:

  • Gigi Susu Sudah Sangat Goyang: Jika gigi susu sudah sangat goyang, bimbing anak untuk menggoyangkannya secara perlahan menggunakan lidah atau jari yang bersih. Gigi susu dapat tanggal secara alami. 
  • Gigi Susu Masih Kokoh (Tidak Goyang): Apabila gigi permanen sudah tumbuh cukup tinggi di belakang namun gigi susu di depannya masih sangat kokoh. Hindari mencabut atau memaksa melepas gigi susu sendiri di rumah karena dapat menimbulkan trauma pada jaringan gusi maupun infeksi. 
  • Konsultasi ke Dokter Gigi: Pemeriksaan oleh dokter gigi sangat disarankan untuk mengevaluasi apakah gigi susu perlu dibantu pencabutannya agar gigi permanen dapat bergerak menuju posisi idealnya.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin Sejak Dini

Pemeriksaan kesehatan gigi secara berkala setiap 6 bulan sekali memegang peranan kunci dalam mengawal tumbuh kembang gigi anak. Melalui penanganan dini oleh tenaga profesional, struktur gigi dan rahang anak dapat berkembang secara optimal, rapi, dan sehat. Palapa Dentists menyediakan layanan perawatan gigi anak (Pediatric Dentistry) yang ramah, nyaman, dan ditangani langsung oleh tim dokter gigi berpengalaman. Serta memastikan setiap proses perawatan berjalan dengan lembut sehingga anak merasa aman dan tidak takut ke dokter gigi.

 

Ditinjau oleh drg. Nidia Risky Primanda, Sp. KGA

Leave your thought