Punya Gigi Bungsu, Tapi Kok Ganggu?

Halo semuanya, selamat datang di blog website Palapa Dentists!

Minggu lalu kita baru saja membahas mengenai perubahan warna gigi karena pernah jatuh saat anak-anak. Nah, kali ini enaknya membahas tentang apa, ya? Tentang gigi bungsu? Memangnya ada apa sih dengan bungsu? Kenapa banyak yang mengeluh gigi bungsunya mengganggu? Ok, yuk simak paragraph berikut!

Gigi impaksi adalah gigi yang gagal tumbuh keluar dari gusi. Gigi bungsu (molar ketiga) adalah gigi yang sering terjadi impaksi karena merupakan gigi yang paling terakhir tumbuh. Gigi yang paling terakhir tumbuh seringkali tidak mendapatkan ruang untuk keluar dari gusi. Gigi molar ketiga yang impaksi ini biasa terjadi pada usia 20 hingga 25 tahun. Berikut merupakan gambaran dari gigi yang impaksi.

Tentu gigi bungsu yang mengalami impaksi akan menyebabkan rasa mengganggu. Ketika gigi impaksi dibiarkan terjebak dalam gusi, gigi impaksi dapat memicu terjadinya gigi berlubang, peradangan pada gusi, efek mendorong dan meresorpsi (mengikis) gigi yang berdekatan, serta kemungkinan timbulnya kista. Gigi bungsu yang impaksi dapat menyebabkan rasa yang sangat sakit, hingga timbul sakit kepala, telinga, dan leher. Pada beberapa kasus, gigi impaksi dapat menyebabkan infeksi dan pembengkakan, yang apabila tidak segera ditangani akan berbahaya.

Karena gigi terjebak di dalam gusi, perlu dilakukan pemeriksaan lokasi gigi dengan radiograf, dilanjutkan dengan tindakan bedah untuk mengeluarkan gigi tersebut. Tindakan bedah ini akan semakin sulit dilakukan seiring dengan bertambahnya usia. Perawatan bedah yang dilakukan pada pasien berumur tua dapat meningkatkan potensi komplikasi. Waktu tindakan bedah yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi yang impaksi dan penyembuhannya relatif tidak lama.

Eits, sahabat Palapa Dentists ternyata mengalami hal ini? Tenang saja, gigi bungsu yang impaksi adalah hal yang sering terjadi, kok! Untuk mencegah infeksi dan untuk kenyamanan pasien, segera konsulkan ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat, stay healthy!

Penulis: Karina Widya Aisya, S.K.G

Sumber:

Hupp J, Ellis III E, Tucker M. Contemporary oral and maxillofacial surgery. 7th ed. Philadelphia: Elsevier;.

 

 

Leave your thought